gejala batu empedu

Apakah Anda pernah merasakan nyeri di perut bagian atas yang menjalar hingga ke punggung dan bahu? Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda adanya batu empedu. Batu empedu terbentuk karena berbagai faktor, salah satunya akibat menumpuknya kolesterol di dalam kantung empedu.

Pada banyak kasus, gejala batu empedu baru terasa ketika batu tersebut mulai menyumbat saluran empedu yang mengalirkan cairan ke usus halus. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang dan memengaruhi organ pencernaan lain, seperti usus halus hingga pankreas.

Lalu, apa saja gejala yang muncul ketika seseorang mengalami batu empedu? Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Nyeri pada Tubuh

Tubuh akan terasa nyeri, khususnya di perut bagian kanan atas atau tengah, lalu menjalar sampai ke bagian tubuh lainnya, seperti bahu kanan dan punggung.

Gejala ini bisa berlangsung selama kurang lebih 1-5 jam, bahkan sampai berhari-hari dan tidak akan mereda dengan hanya buang angin atau buang air besar. Untuk gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba, baik malam maupun siang hari.

Mual dan Muntah

Meski mual dan muntah selalu identik dengan sakit maag, tapi siapa sangka, batu empedu juga ternyata dapat menyebabkan seseorang mengalami mual dan muntah, lho, terutama ketika kondisinya sudah termasuk parah.

Biasanya, mual dan muntah yang muncul karena batu empedu ini terjadi sebagai bentuk respons tubuh akibat nyeri hebat yang ditimbulkan.

Diare Kronis

Selain mengalami mual dan muntah, sebagian penderita batu empedu juga merasakan gejala lain, yakni diare kronis. Mengutip dari website Alodokter, diare kronis merupakan kondisi di mana tekstur buang air besar lebih cair dari biasanya.

Kondisi ini umumnya terjadi sekurangnya 4 kali sehari dalam tiga bulan. Biasanya, kondisi ini bisa terjadi karena terganggunya sistem pencernaan akibat batu empedu.

Sakit Kuning

Batu empedu juga dapat menyebabkan sakit kuning. Kondisi ini bisa terjadi karena batu empedu keluar dari kantung empedu, mengendap di saluran empedu, sehingga kondisi tersebut dapat menghalangi aliran empedu. Terhambatnya aliran empedu ini kerap disebut dengan kolestasis.

Mengutip dari Alodokter, kolestasis dapat menyebabkan bocornya bilirubin dalam cairan empedu, lalu masuk ke jaringan mata dan kulit.

Selain beberapa gejala di atas, batu empedu juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti urin berubah warna menjadi gelap misal merah tua atau cokelat; tinja berwarna lebih pucat karena batu empedu menghambat aliran cairan empedu, dan lainnya.

Gimana, apakah Anda mengalami beberapa gejala di atas? Kalau iya, bisa langsung melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit St. Carolus yang memiliki layanan laparoskopi batu empedu. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, bisa langsung konsultasikan dengan dokter. Semoga bermanfaat dan sehat selalu, ya!